Lebih dari 19 ribu orang tewas atau hilang dan bencana nuklir terbesar dalam 25 tahun terakhir menimpa Negeri Matahari Terbit. Di Kota Rikuzentakata, pesisir timur laut Jepang, masyarakat berkumpul.
Mereka berdoa di depan sebuah pohon cemara yang bertahan meski diterjang gelombang tsunami dahsyat, tahun lalu. Pohon ini menjadi simbol bertahan hidup. Beberapa mulai kembali ke rumah lama mereka, meletakkan karangan bunga.
Naomi Fujino (42) kehilangan ayahnya saat bencana itu. Bersama sang ibu, ia menyelamatkan diri ke sebuah bukit dan menyaksikan ombak besar menelan rumahnya. Sang ayah berkata akan menemui mereka di tempat itu.